Tentang Moral Ateis
Saya menyatakan bahwa saya ateis sejak 6 tahun silam, banyak pertentangan dari orang yang mengetahui bahwa saya tidak mempercayai tuhan dianggap kenistaan bagi mereka dan teguran untuk kembali mempercayai tuhan menjadi makanan penutup ketika mereka berbincang mendalam dengan saya.
Landasan moral sudah mendarah daging dengan kata "agama" dan "tuhan", seolah moral menjadi anak kandung dari persetubuhan mereka berdua. Apa sih moral itu? kenapa saya yang tidak percaya tuhan dan agama dianggap sebagai penjahat?
Singkatnya (KBBI 2021), Moral adalah dasar penentuan akan baik dan buruk nya sesuatu tindakan, dasar seperti apa yang menjadi penentuan? banyak variabel seperti agama, etika, sekuler, ideologi, pancasila. Tetapi yang jadi pertanyaan variabel apa yang dominan? Bukan fenomena kuno, bahwa agama telah mengubah budaya dan menyebar merata di seantero bumi.
Ya memang saya memang tidak percaya tuhan atau pun agama, tetapi dari puing-puing agama yang saya tinggalkan saya masih mendapatkan beberapa kaleng rongsok "moral" yang bisa saya daur ulang untuk membangun ulang basis rohani yang bisa saya terima -- saya memanggilnya Refaktorisasi.
Seperti mekanisme perpuluhan atau sedekah saya ubah tujuan dan metode sebagai alat membantu sesama yang mengalami kesulitan ekonomi yang sekiranya saya mampu membantu dan berdampak tanpa harapan imbalan apa pun, ketimbang memenuhi hasrat atas taman firdaus setelah mati dengan angka 2.5% atau 10% dari total kekayaan dengan harapan akan dibalas berlipat ganda.
Ini lebih masuk akal karena orang yang tidak mampu itu memang tidak bisa mengembalikan seperti apa yang kita beri sekarang selain berterima kasih, tetapi akan tidak waras bila mengharapkan kembalian berlipat ganda setelah mati dengan slogan "Dunia ini fana tapi akhirat abadi", kenapa anda tidak cepat mati saja?
Semakin saya mempelajari agama dan logika saya cenderung mendekat dengan ateisme dan ke cenderung dari saya mempelajari ateisme mendekat saya kembali kepada agama dengan kacamata yang berbeda - fenomena Jamais De, kacamata ateistik.